Empal Gentong H. Apud

Empal gentong yang gurih atau empal asem yang menyegarkan, sungguh sebuah pilihan sulit saat berkunjung ke Cirebon. Pesan saja keduanya!

Empal Gentong H. Apud

Cirebon, 10 Desember 2017

(IMPORTANT NOTE): Kunjungan ke dua untuk mencoba empal gentong H. Apud di tempat (cabang) yang berbeda sangat tidak memuaskan. SANGAT JAUH BERBEDA. Bagai kuah empal dan air cucian. Yes, the difference is too big. Saya sarankan untuk mencoba yang terletak di Jl. Tuparev, Cirebon.

Ahh senangnya bisa mencoba makanan khas daerah di Indonesia. Kali ini saya mencoba empal gentong dan empal asem khas Cirebon, Jawa Barat. Rumah makan H. Apud menjadi tempat saya berlabuh.

20171210_104806
Empal gentong, terlihat sangat keruh berempah

Tanpa perlu pikir panjang, menu pertama yang saya pesan adalah empal gentong. Saya sempat lihat bahwa si empal ini dimasak dalam gentong (periuk) tanah liat. Dagingnya sudah dimasak dan dalam keadaan terpisah sebelum disajikan.

Sendokan pertama selalu untuk mencoba kuah. WOOOO lezat!. Kuah sedikit kental dan sangat keruh. Sangat padat gurih tapi sama sekali tidak eneg. Tidak berat juga saat dimakan. Ini karena rasa gurih berasal dari campuran rempah dan santan, hanya sebagian kecil gurih terasa dari daging (lemak). Penggunaan santan yang sangat pas, tidak terlalu menonjol, dan tidak menutupi rasa campuran rempah.

Saya agak sulit menggambarkan rasanya, karena tidak ada rasa makanan lain untuk jadi perbandingan. Kuah empal ini memiliki rasa tersendiri yang membedakannya dengan makanan berkuah lainnya. Rasa tidak seperti gulai dan gule, tidak juga seperti kari, dan tidak sama juga dengan soto. Empal gentong ini tidak beraroma kuat jinten seperti gule, tidak pedas seperti gulai, dan tidak juga berasa setara dengan kari. Rasa dirinya sendiri lah yang digambarkan, rasa empal gentong. Yah, intinya, harus coba sendiri!

Porsi dagingnya pun sangat memuaskan. Daging dipotong kecil-kecil. Memiliki cukup kadar lemak. Terasa pas sekali empuknya. Walaupun di awal tadi saya sempat lihat bahwa si daging sudah masak dan terpisah dengan kuahnya, tapi si daging tidak hambar. Daging sepertinya ikut dimasak dahulu bersama bumbu-bumbu. Jadi saat disajikan lengkap dengan kuah, tetap memberi keselarasan rasa. Oh ya, ada juga campuran jeroannya dan kawan-kawan (kikil, dll.). Bisa disesuaikan dengan pesanan kita.

20171210_104733
Empal asem, terlihat ada potongan buah belimbing dan banyak potongan tomat

Langsung menuju ke hidangan yang kedua. Empal asem…. daging + asem? hmm..

Sekilas terlihat seperti sop daging yang keruh dan penuh tomat. Saya menemukan sesuatu yang unik saat mengaduk kuahnya. Ah apa ini? Dari bentuknya langsung saya tau itu adalah potongan buah belimbing. Sekarang saya tau mengapa ini disebut empal asem.

Kuah terasa cukup gurih. Keruhnya pun memastikan ada sedikit rasa campuran rempah dan bumbu di dalamnya. Tapi rasa segar dan asam yang jadi primadona bernyanyi menari-nari dalam mulut saya. Cocok ternyata, daging + rasa asam. Rasa asam yang fruity terasa menyegarkan. Terlebih lagi setelah memakan empal gentong tadi, kuah empal asam ini terasa me-refresh indra pengecap saya. Potongan tomat menambah kesegaran yang manis dan gurih.

20171210_104857
Tahu gejrot, dengan mangkuk kecil khasnya

Nah sekarang ini adalah hidangan terakhir saya, yaitu tahu gejrot. Ini juga merupakan makanan khas Cirebon. Cukup sering jajanan ini kita temui di Jawa Barat.

Tahu gejrot adalah tahu yang dibumbui dan diberi sedikit kuah. Tahu yang digunakan pun adalah tahu khusus tahu gejrot ini. Berbeda dengan tahu kuning atau tahu sumedang. Tekstur isi tahu gejrot mirip tahu sumedang, tetapi dia lebih kering dan chewy.

Bumbu utamanya adalah bawang merah dan cengek. Sering pula ada yang menambahkan seiris kecil bawang putih dan bongkahan kecil gula merah. Semua bahan diulek (dilumatkan, digerus) menggunakan cobek atau ulekan. Lalu dicampurkan dengan tahu.

Terakhir, dibanjur oleh kuah yang khas. Kuah yang setahu saya, terdiri dari air dan gula merah. Tapi memang terasa ada rasa yang lain juga. Ada penjual tahu gejrot yang bilang bahwa kuah juga ditambahkan sedikit kecap. Kuah cair dan encer, terasa manis dengan aroma yang khas.

Rasa tahu gejrot ini manis pedas menyegarkan. Tekstur tahu yang berpori menyerap bumbu dan kuah dengan baik. Saat digigit, tahu menyebarkan rasa dalam mulut.

Empal gentong dan empal asem adalah duo makanan khas yang memanjakan perut

Satu mangkuk berempah dan gurih, berduet dengan satu mangkuk penuh kesegaran. Sungguh pengalaman makan yang menyenangkan. Terasa tidak lengkap apabila tidak mencoba keduanya secara bersamaan. Bertolak belakang, tapi harmonis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s